Thursday, January 3, 2019

7 Sarana Belajar Sambil Bermain untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Kesehatan


Dunia anak adalah dunia bermain. Apapun yang ada di hadapannya akan dianggap permainan oleh mereka. Dengan bermain juga akan merangsang imajinasi anak dan mendorong untuk belajar bagaimana cara memecahkan masalah. Bermain merupakan salah satu cara anak mencari tahu tentang berbagai hal menarik di sekitarnya, bahkan mengarahkan mereka untuk menjadi anak-anak yang mandiri dan penuh kreatifitas. Sebagai orangtua, Bunda dan Ayah dapat menciptakan situasi dan waktu khusus agar anak dapat belajar sambil bermain. Tujuannya adalah untuk merangsang keingintahuan mereka yang lebih dalam lagi demi mengoptimalkan perkembangan memori otak dan fisik si Kecil.

Selama bermain dengan balita, usahakan agar orangtua harus memperkaya lingkungan dengan benda-benda yang memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak. Belajar sambil bermain membutuhkan bantuan orang sekitarnya membantu anak tersebut cepat tanggap. Misalnya saat mengajak anak bermain, Bunda atau Ayah memberi tanggapan atau komentar terhadap hasil temuan anak, kemudian mengajukan pertanyaan atau membantu anak mengeksplorasi permainan dengan cara yang baru. Biarkan si Kecil mengungkapkan pendapatnya terhadap permainan tersebut, dengan demikian ia merasa percaya diri dan berani mengutarakan ide-ide yang terlintas dari pikirannya.

Bunda,  pilihlah permainan yang berkaitan dengan kognitif, emosional, perkembangan fisik, sosial dan tentunya permainan yang menyenangkan bagi si Kecil, seperti contoh permainan berikut ini:
  1. Permainan bola yang akan membantu anak belajar untuk melempar dan menangkap melalui permainan fisik. Melalui bermain bola, motorik anak semakin terasah dan fisiknya pun menjadi lebih sehat dengan banyak melakukan gerakan olah raga.
  2. Permainan blok atau puzzle yang akan meningkatkan keterampilan motorik halus. Permainan ini juga mengasah keahlian problem solving matematis dan merangsang kemampuan berpikir anak.
  3. Bermain alat musik yang akan melatih koordinasi tangan dan mata. Musik juga merangsang imajinasi dan otak kanan, sehingga anak menjadi lebih kratif.
  4. Ajak anak untuk membaca buku bertekstur dan berwarna yang akan meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus meningkatkan motorik halusnya.
  5. Bermain peran, seperti bermain masak-masakan untuk anak perempuan yang akan membantu mengembangkan daya imajinasi anak serta melatih keterampilan sosial, kepercayaan diri, bahasa, rasa berbagi, dsb. Dan bermain tokoh pahlawan untuk anak laki-laki yang akan membantu mereka menciptakan emosi saat berperan dan belajar mengenali lawan tokohnya dengan ekspresi yang ditampilkan bahkan tidak segan untuk mengulurkan tangan untuk membantu.
  6. Permaianan kreativitas dengan tangan dapat mendorong anak untuk berkesperimen dan mengekspresikan ide-ide sendiri. Salah satunya dengan membuat seni sederhana dengan menggunakan kertas, gunting, cat, spidol, bermain adonan atau lilin, pasir dan cetakan, dan lainnya.  Selain itu juga dengan mainan dan benda-benda yang membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak, bermain juga harus mencakup item yang mengembangkan keterampilan motorik kasarnya.
  7. Permainan motorik kasar seperti perosotan, trampoline, tangga tali, papan keseimbangan, diperlukan untuk mengontrol otot tubuh anak untuk berjalan, berlari dan kegiatan lainnya. Anak-anak tentu senang dengan permainan fisik ini, tanpa disadari mereka juga belajar mengembangkan koordinasi, keseimbangan tubuh sambil menstimulasi memori otaknya dengan petualangan yang akan mengembangkan daya imajnasi mereka.

Belajar sambil bermain yang melibatkan seluruh indera merupakan sarana yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang fisik dan mental si Kecil, terutama di usia balita. Anak memiliki banyak pengalaman dan dapat berbagi cerita, penemuan, pemecahan masalah, interaksi sosial dan elemen lain dari bermain yang merupakan komponen pembelajaran untuk mereka.

Percayalah Bun, walaupun berbagai macam  alat-alat yang mempunyai teknologi canggih seperti televisi, video game, dan komputer memungkinkan anak balita untuk belajar, namun benda-benda canggih tersebut bukan bagian dari bermain aktif. Anak hanya akan fokus pada satu benda dan tidak melibatkan otot tubuh untuk bergerak aktif. Akibatnya adalah anak cenderung menjadi antisosial, soliter, dan memiliki pengaruh buruk pada fisiknya seperti obesitas atau penurunan fungsi penglihatannya (mata minus sejak usia dini).

Oleh sebab itu, Bunda dan Ayah harus memahami bahwa bermain dan belajar merupakan dua hal yang berjalan beriringan dalam dunia anak. Satu dan lainnya memiliki ikatan yang saling selaras dan tidak terpisahkan. Setiap tahap tumbuh kembang anak merupakan hasil dari proses belajar sambil bermain yang dilakukan oleh balita setiap saat. Dukung terus pertumbuhannya dan nikmati setiap momen perkembangan si Kecil yang tidak akan dapat terulang lagi.